TEKNOLOGI YANG TERKAIT ANTAR MUKA TELEMATIKA
Arizkha Mayyassa Yasaro
Hannar Surya Abhimantra
Moch. Maulana Syahruddin
Jurusan Sistem Informasi, FIKTI,
Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Teknologi
telematika merupakan singkatan dari teknologi komunikasi, media, dan
informatika. Dalam perkembangannya, teknologi telematika ini telah menggunakan
kecepatan dan jangkauan transmisi energi elektromagnetik, sehingga sejumlah
besar informasi dapat ditransmisikan dengan jangkauan, menurut keperluan,
sampai seluruh dunia. Pada saat ini informasi sudah banyak berkembang
sedemikian rupa, hanya saja harus adanya dukungan teknologi.
Kata
Kunci :
Telematika,
Head-Up Display, Generasi HUD, Computer Vision
1.
Pendahuluan
Telematika adalah
singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering
dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
a. Integrasi
antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi
Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications
Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan
pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan
telekomunikasi.
b. Secara
umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan
Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari
komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan
lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Jadi telematika itu sendiri dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telematika yaitu internet.
2.
Definisi
Head-Up Display
Sebuah head-up
display systems, atau disingkat HUD, adalah suatu tampilan transparan
yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna untuk melihat dari sudut
pandang biasa mereka. Asal usul nama ini berasal dari pilot yang dapat melihat
informasi dengan kepala “dinaikkan” dan melihat ke depan, bukan memandang sudut
bawah untuk melihat ke instrumen yang lebih rendah. Meskipun HUD pada awalnya
dikembangkan untuk penerbangan militer, HUD sekarang telah digunakan dalam
pesawat komersial, mobil, dan aplikasi lainnya.
3.
Generasi
HUD
·
Generasi
pertama (CRT)
CRT (Cathode Ray
Tube) menampilkan image di layar fosfor, namun teknologi ini tak bertahan lama
karena layar fosfor akan menurun kualitasnya dari waktu ke waktu karena
mayoritas user sekarang menggunakan monitor mereka setiap waktu (non stop).
·
Generasi
kedua (LCD)
Liquid Crystal
Display (Tampilan kristal cair) juga dikenal sebagai LCD adalah suatu jenis
media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. Pada LCD
berwarna semacam monitor terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang
terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya namun kristal
cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah
perangkat LCD adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan
kristal cair tadi. Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan
inilah yang membentuk tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus
listrik akan berubah karena pengaruh polarisasi medan magnetik yang timbul dan
oleh karenanya akan hanya membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan warna
lainnya tersaring. sistem ini tidak meredup atau butuh spaning tinggi. sistem
ini telah diterapkan di pesawat udara komersial.
·
Generasi
ketiga
Menggunakan sistem
gelombang optic untuk memproduksi image secara langsung di dalam kombinator dan
sistem ini lebih baik daripada sistem proyeksi.
·
Generasi keempat
Menggunakan
scanning sinar laser untuk menampilkan image dan bahkan tampilan video kedalam
media transparansi tembus cahaya.
Teknologi yang
lebih baru yaitu micro-display imaging. Teknologi ini sedang dikembangkan,
yaitu teknologi dengan tampilan hablur cair yang ramah lingkungan dan hemat
energy seperti OLED (organik light-emitting diode).
4.
Computer
Vision
Computer Vision
adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak
informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik
sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil
banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data
multi-dimensi dari scanner medis. Sedangkan sebagai disiplin teknologi,
computer vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan
sistem computer vision.
Computer Vision
adalah kombinasi antara :
·
Pengolahan Citra (Image
Processing), bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar
(image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.
·
Pengenalan Pola (Pattern
Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada
citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak
informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.
Fungsi / Proses
pada Computer Vision
Untuk menunjang
tugas Computer Vision, terdapat beberapa fungsi pendukung ke dalam sistem ini,
yaitu :
·
Proses penangkapan citra
(Image Acquisition)
Image Acqusition
pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke
dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak.
Senada dengan
proses di atas, computer vision membutuhkan sebuah mata untuk menangkap sebuah
sinyal visual.
Umumnya mata pada
computer vision adalah sebuah kamera video.
Kamera
menerjemahkan sebuah scene atau image.
Keluaran dari
kamera adalah berupa sinyal analog, dimana frekuensi dan amplitudonya
(frekuensi berhubungan dengan jumlah sinyal dalam satu detik, sedangkan
amplitudo berkaitan dengan tingginya sinyal listrik yang dihasilkan)
merepresentasikan detail ketajaman (brightness) pada scene.
Kamera mengamati
sebuah kejadian pada satu jalur dalam satu waktu, memindainya dan
membaginyamenjadi ratusan garis horizontal yang sama.
Tiap‐tiap garis membuat
sebuah sinyal analog yang amplitudonya menjelaskan perubahan brightness
sepanjang garis sinyal tersebut.
Kemudian sinyal
listrik ini diubah menjadi bilangan biner yang akan digunakan oleh komputer
untuk pemrosesan.
Karena komputer
tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter
(ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer.
ADC ini akan
mengubah sinyal analog yang direpresentasikan dalam bentuk informasi sinyal tunggal
ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner.
Bilangan biner ini
kemudian disimpan di dalam memori dan akan menjadi data raw yang akan diproses.
·
Proses pengolahan citra
(Image Processing)
Tahapan berikutnya
computer vision akan melibatkan sejumlah manipulasi utama (initial
manipulation) dari data binary tersebut.
Image processing
membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan
di olah lebih jauh secara lebih efisien.
Image processing
akan meningkatkan perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio =
s/n).
Sinyal‐sinyal tersebut
adalah informasi yang akan merepresentasikan objek yang ada dalam image.
Sedangkan noise
adalah segala bentuk interferensi, kekurangpengaburan, yang terjadi pada sebuah
objek.
·
Analisa data citra (Image
Analysis)
Image analysis
akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui
suatu proses investigasi.
Sebuah program
komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan
informasi visual untuk mengidentifikasi fitur‐fitur spesifik dan
karekteristiknya.
Lebih khusus lagi
program image analysis digunakan untuk mencari tepi dan batas‐batasan objek
dalam image.
Sebuah tepian
(edge) terbentuk antara objek dan latar belakangnya atau antara dua objek yang
spesifik.
Tepi ini akan
terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan level brightness pada sisi yang
berbeda dengan salah satu batasnya.
·
Proses pemahaman data
citra (Image Understanding)
Ini adalah langkah
terakhir dalam proses computer vision, yang mana sprsifik objek dan hubungannya
diidentifikasi.
Pada bagian ini
akan melibatkan kajian tentang teknik-teknik artificial intelligent.
Understanding
berkaitan dengan template matching yang ada dalam sebuah scene.
Metoda ini
menggunakan program pencarian (search program) dan teknik penyesuaian pola
(pattern matching techniques).
Contoh aplikasi dari Computer Vision
Beberapa aplikasi
yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :
1. Psychology, AI
– exploring representation and computation in natural vision
2. Optical
Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing
– land use and environmental monitoring
4. Medical Image
Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial
Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic –
navigation and control
5. Kesimpulan
Telematika
adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika, Jadi telematika itu
sendiri dapat diartikan sebagai sistem jaringan komunikasi jarak jauh dengan
teknologi informasi yang lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan
penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Salah satu contoh telematika
yaitu internet.
Daftar Pustaka:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar