Arsitektur
Telematika
Istilah
arsitektur telematika berkaitan dengan desain logic komponen dari sebuah
perangkat yang ditempatkan sehingga bisa berkomunikasi dan saling berinteraksi.
Menurut kamus istilah arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain
komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi
slot, BIOS dan sebagainya. Arsitektur dalam telematika ada yang disebut
dengan client dan server. Kedua arsitektur ini memiliki perbedaan dalam
tugasnya.
Arsitektur
Client
Client
adalah komputer yang umum dikenal sebagai komputer yang meminta layanan dari
server. Komputer client meminta layanan berupa informasi yang disedikan
oleh server. Pada browser biasanya permintaan (request) dari client web server
melalui html. Client langsung berhubungan dengan user atau disebut dengan
front-user. Kumpulan dari komputer client membuat sebuah workstation.
Workstation dihubungankan melalui jaringan LAN atau WAN maupun Internet.
Karekteristik
dari sebuah client adalah
Mengirimkan
permintaa (request)
Aktif
(meminta layanan)
Menunggu
dan menerima layanan dari hasil permintaan kepada server
Arsitektur
Server
Komputer
server diartikan sebagai komputer yang menyediakan layanan.Workstation Client
dapat terhubung hanya satu server(single-server) mau banyak
server(multi-server). Single-Server contohnya adalah Server yang menyimpan
database sebuah perusahaan jadi single-server hanya terpaku pada satu server
yang memiliki tujuan tertentu dimana jaringannya secara administrasi terdaftar
pada jaringan local. Sedangan multi-server contohnya adalah website, seorang
user menggunakan web browser dapat mengakses beberapa server sekaligus,misalnya
saat mengakses sebuah website online shop maka komputer akan terhubungan dengan
server pada data center sebuah search engine, diwaktu bersamaan user juga
mengakses server online-shop tersebut.
Karakteristik
dari Komputer server adalah
Selalu
menunggu permintaan dari salah satu klien.
Melayani
klien permintaan kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
Sebuah
server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan klien
Secara
sederha Cara Kerja Komputer Client-Server dapat digambarkan sebagai berikut:
Cara
kerja komputer client adalah user meminta sebuah informasi dengan memasukan perintah
maupun query kedalam komputer client. Komputer client akan menyimpan dan
menganalisis dari perintah yang dimasukan. Dengan pemrosesan tertentu maka
komputer client akan mengirimkan input dari user kepada komputer server.
Komputer server akan menganalisis perintah yang dikirim, lalu kemudian
menyesuaikan dengan informasi yang diminta. Setelah informasi dicocokan dengan
database yang ada pada server maka komputer server akan mengirimkan informasi
tersebut kepada komputer client .
Arsitektur
Client-Server
Arsitektur Stand Alone
Dengan
menggunakan Arsitektur Stand Alone, maka proses yang dilakukan terjadi pada
komputer itu sendiri. Pada arsitektur Stand Alone, biasanya juga terdapat
aplikasi dan database pada komputer yang sama. Saat ini, komputer yang
menggunakan arsitektur Stand Alone hanya berupa PC User yang memaintain data
pada komputer itu sendiri. Tetapi arsitektur Stand Alone sebenarnya juga masih
dipakai terutama untuk Server Mainframe seperti UNIX, AS400, dan sebagainya.
Client
yang ada pada user merupakan dump terminal yang digunakan untuk mengakses
server tersebut. Dan semua proses yang terjadi ada pada server Mainframe dan
bukan pada terminal.
Arsitektur Client Server
(Two Tier)
Client Server disebut juga dengan Two Tier karena arsitektur ini hanya memiliki dua tingkatan, yaitu satu sebagai Client dan satu lagi sebagai Server. Arsitektur ini memungkinkan aplikasi pada komputer Client berinteraksi dengan Server melalui jaringan. Umumnya, aplikasi Client Server merupakan aplikasi desktop, dimana aplikasi terinstal di masing-masing PC, dan mengambil data pada satu Server. Server ini merupakan Database Server, dimana dijadikan sebagai pusat data dari aplikasi. Pada arsitektur Client Server ini, proses yang terjadi bisa pada Client maupun pada Server. Aplikasi-aplikasi yang ada Client bisa dipergunakan sebagai proses bisnis maupun hanya merupakan suatu User Interface aplikasi. Untuk membuat suatu proses bisnis pada Client, maka kebanyakan aplikasi menggunakan suatu metode berupa Class yang terbungkus di dalam suatu object. Proses bisnis juga bisa ditempatkan pada Server. Server pada Client Server biasanya digunakan untuk Database, seperti Oracle dan SQL Server, menggunakan Stored Procedure sehingga bisa mengurangi bandwidth jaringan
Arsitektur Three Tier

Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.
Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server. Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server.
Arsitektur Multi Tier
Arsitektur
Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya,
pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing.
Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server.
Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data
Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian
dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman
terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut
masih sangat mumpuni sebagai business process.
Clustering
dan DRC
Clustering merupakan salah satu metode untuk menjamin availability dari suatu system. Dengan menggunakan Clustering, maka kita membuat dua sistem dimana satu server bersifat aktif dan satu server lainnya merupakan mirror dari sistem tersebut. Clustering bisa diimplementasikan pada database level (Database Server) maupun pada application level (Application Server).
Clustering merupakan salah satu metode untuk menjamin availability dari suatu system. Dengan menggunakan Clustering, maka kita membuat dua sistem dimana satu server bersifat aktif dan satu server lainnya merupakan mirror dari sistem tersebut. Clustering bisa diimplementasikan pada database level (Database Server) maupun pada application level (Application Server).
Sumber
:
https://aushuria.wordpress.com/2014/10/19/arsitektur-telematika/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar